Batam — Senat Akademik Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan kegiatan benchmarking dan penjajakan kerja sama laboratorium kemaritiman ke Politeknik Negeri Batam (Polibatam) serta sejumlah institusi dan industri maritim di Kota Batam. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperkuat kebijakan akademik dan pengembangan pendidikan vokasi Unhas agar semakin adaptif terhadap kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Kegiatan yang berlangsung pada Agustus 2026 tersebut merupakan bagian dari Program Kerja Senat Akademik Universitas Hasanuddin Tahun 2026. Kegiatan diarahkan untuk memperoleh praktik baik dalam penyelenggaraan pendidikan vokasi, khususnya terkait tata kelola laboratorium terapan, teaching factory, pembelajaran berbasis proyek, pengembangan kemitraan industri, serta program magang mahasiswa.
Rombongan Senat Akademik Unhas dipimpin oleh Ketua Senat Akademik, Prof. Dr. Bahruddin Thalib, drg., M.Kes., Sp.Pros (K), bersama unsur pimpinan Senat Akademik, komisi, Dewan Profesor, dan Sekretariat Senat Akademik. Kegiatan diikuti oleh 17 peserta dari unsur Senat Akademik dan Sekretariat Senat Akademik Unhas.
Belajar dari Praktik Baik Politeknik Negeri Batam
Dalam kunjungan ke Politeknik Negeri Batam, rombongan Senat Akademik Unhas mendapatkan paparan mengenai tata kelola pendidikan vokasi, pengembangan kurikulum, kemitraan industri, laboratorium terapan, dan teaching factory.
Polibatam dinilai memiliki ekosistem pendidikan vokasi yang kuat melalui penerapan Project-Based Learning (PBL) yang terintegrasi dengan kerangka Conceive–Design–Implement–Operate (CDIO). Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa mengerjakan proyek nyata yang bersumber dari kebutuhan industri dengan melibatkan kerja sama lintas program studi.
Polibatam juga mengembangkan budaya INDAH (Intim dengan Dunia Usaha) sebagai salah satu strategi untuk membangun hubungan yang erat dan berkelanjutan dengan dunia industri. Saat ini, Polibatam tercatat memiliki 706 kerja sama, yang terdiri atas 667 kerja sama dalam negeri dan 39 kerja sama luar negeri.
Salah satu praktik baik yang menjadi perhatian rombongan adalah pengembangan teaching factory. Fasilitas tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembelajaran, tetapi juga dikembangkan untuk mendukung layanan kepada industri melalui pengujian material dan komponen, sertifikasi kompetensi, pelatihan tenaga kerja, serta penelitian terapan.
Selain itu, Polibatam telah mengembangkan berbagai laboratorium terapan yang mengacu pada standar industri, antara lain laboratorium pengelasan, Non-Destructive Testing (NDT), material testing, CNC/CAD-CAM, hidrolik-pneumatik, serta teaching factory manufaktur elektronik.
Penguatan Pembelajaran Berbasis Industri
Salah satu pembelajaran penting dari kegiatan benchmarking adalah pentingnya keterhubungan antara proses pendidikan dengan kebutuhan industri. Polibatam menerapkan program magang mahasiswa selama dua semester atau satu tahun, yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman kerja secara lebih mendalam.
Program tersebut dilaksanakan melalui pembimbingan ganda oleh dosen dan mentor dari industri, disertai mekanisme monitoring dan evaluasi. Pola ini juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk memperoleh tawaran pekerjaan sebelum menyelesaikan pendidikan.
Berdasarkan hasil analisis, Senat Akademik Unhas memandang bahwa praktik tersebut dapat menjadi salah satu referensi dalam pengembangan pendidikan vokasi di Unhas, khususnya dalam meningkatkan kesiapan kerja dan daya saing lulusan.
Penjajakan Kerja Sama dengan Industri Maritim
Selain Polibatam, rombongan Senat Akademik Unhas juga melakukan kunjungan dan diskusi dengan sejumlah institusi dan industri maritim di Batam, antara lain PT Batamec Shipyard, PT McDermott Indonesia, Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) Cabang Batam, dan KSOP Khusus Batam.
Kunjungan tersebut diarahkan untuk mengidentifikasi kebutuhan kompetensi tenaga kerja, standar laboratorium dan industri, serta peluang pengembangan program magang bagi mahasiswa Unhas.
PT Batamec Shipyard menjadi salah satu objek kunjungan untuk mempelajari proses pembangunan dan perbaikan kapal, fabrikasi struktur baja, pengelasan, material testing, NDT, blasting and coating, serta penerapan keselamatan dan kesehatan kerja. Sementara itu, PT McDermott Indonesia menjadi objek pembelajaran terkait fabrikasi struktur lepas pantai, pengelasan, pengujian material, kontrol dimensi, HSE, dan program internship.
Kunjungan ke BKI Cabang Batam memberikan perspektif mengenai klasifikasi dan survei kapal, inspeksi material, prosedur pengelasan, sertifikasi NDT, serta standar kompetensi tenaga kerja maritim. Sementara KSOP Khusus Batam memberikan wawasan mengenai keselamatan pelayaran, Vessel Traffic Service (VTS), navigasi, keselamatan kapal, dan tata kelola pelabuhan.
Dorong Transformasi Pendidikan Vokasi Unhas
Hasil benchmarking menunjukkan masih terdapat sejumlah kesenjangan antara Fakultas Vokasi Unhas dan Polibatam, terutama dalam penerapan PBL-CDIO, durasi magang industri, jumlah dan model kemitraan dengan industri, fasilitas laboratorium, akreditasi internasional, serta keterlibatan dosen praktisi.
Atas temuan tersebut, Senat Akademik Unhas merekomendasikan beberapa langkah strategis, antara lain penerapan PBL-CDIO secara bertahap di Fakultas Vokasi, penguatan kemitraan dengan industri maritim, pengembangan program magang dua semester, pengembangan laboratorium terapan yang setara dengan standar industri, peningkatan peran Senat Akademik dalam pengawasan mutu pendidikan vokasi, serta peningkatan jumlah dosen praktisi dari industri.
Ketua Senat Akademik Unhas menegaskan bahwa kegiatan benchmarking tidak berhenti pada kunjungan dan pertukaran informasi, tetapi harus menghasilkan rekomendasi kebijakan yang dapat ditindaklanjuti untuk memperkuat pendidikan vokasi di Unhas.
Menuju Kerja Sama yang Berkelanjutan
Sebagai tindak lanjut, Senat Akademik Unhas akan mempresentasikan hasil benchmarking dan rekomendasi kepada Sidang Pleno Senat Akademik, kemudian menyampaikan rekomendasi kebijakan akademik kepada pimpinan universitas.
Selanjutnya, akan dilakukan komunikasi dengan Polibatam dan industri maritim di Batam untuk menjajaki penandatanganan nota kesepahaman maupun perjanjian kerja sama, termasuk pengembangan program magang mahasiswa. Rencana tindak lanjut juga mencakup penyusunan mekanisme kerja sama magang dan monitoring serta evaluasi pelaksanaannya.
Melalui kegiatan ini, Senat Akademik Unhas diharapkan dapat memberikan kontribusi strategis dalam mendorong transformasi pendidikan vokasi yang lebih relevan dengan kebutuhan industri, memperkuat kualitas laboratorium terapan, meningkatkan pengalaman belajar berbasis praktik, serta memperluas jejaring kemitraan Unhas dengan dunia usaha dan dunia industri.
Benchmarking ini sekaligus menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Universitas Hasanuddin sebagai perguruan tinggi yang responsif terhadap perkembangan industri kemaritiman dan kebutuhan sumber daya manusia unggul di kawasan Timur Indonesia.
dokumen dapat di akses pada permalink berikut:
https://sa.unhas.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/Profil-Polibatam-Bapenas-25052026.pdf
