You are currently viewing Profesor Mengabdi: Dewan Profesor Universitas Hasanuddin Berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah Jeneponto, Bantaeng, dan Bulukumba melalui Solusi Ilmiah Berbasis Kebutuhan Daerah

Profesor Mengabdi: Dewan Profesor Universitas Hasanuddin Berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah Jeneponto, Bantaeng, dan Bulukumba melalui Solusi Ilmiah Berbasis Kebutuhan Daerah

Dewan Profesor Universitas Hasanuddin (Unhas) terus memperkuat peran strategis perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah melalui program Profesor Mengabdi. Program ini diwujudkan melalui kolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Jeneponto, Pemerintah Kabupaten Bantaeng, dan Pemerintah Kabupaten Bulukumba dengan mengedepankan pendekatan ilmiah yang berorientasi pada kebutuhan nyata masing-masing pemerintah daerah.

Sebagai representasi pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, Program Profesor Mengabdi menjadi wadah bagi para guru besar Universitas Hasanuddin untuk menghadirkan rekomendasi kebijakan, inovasi, serta solusi berbasis hasil penelitian yang dapat diimplementasikan secara langsung dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah.

Ketua Dewan Profesor Universitas Hasanuddin Prof. Dr. Andi Pangerang Moenta, S.H, M.H., DFM menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen Universitas Hasanuddin dalam mendukung percepatan pembangunan daerah melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan kepakaran para profesor dari berbagai disiplin ilmu yang Berbasis evidens, Berorientasi solusi kebijakan peraturan daerah, Berbasis sumber daya lokal, Berdampak secara ekonomi, Memiliki ketertarikan dan relevan dengan isu pemerintah daerah

“Pemerintah daerah memiliki tantangan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, solusi yang diberikan juga harus berbasis bukti ilmiah, sesuai karakteristik, potensi, dan kebutuhan masing-masing daerah. Melalui Program Profesor Mengabdi, kami ingin memastikan bahwa hasil-hasil akademik Universitas Hasanuddin benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui pendekatan need-based scientific approach, setiap kegiatan diawali dengan identifikasi kebutuhan strategis pemerintah daerah. Tim profesor kemudian melakukan kajian multidisiplin untuk merumuskan alternatif solusi yang aplikatif, terukur, dan berkelanjutan.

Di Kabupaten Jeneponto, kolaborasi diarahkan pada penguatan sektor-sektor strategis yang menjadi prioritas pembangunan daerah sesuai dengan potensi lokal dan tantangan dengan tema Stunting Garam Beryodium oleh narasumber Prof. dr. Veni Hadju, Ph.D (Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat) dan Potensi dan Pengembangan Budidaya Rumput Laut di Kabupaten Jeneponto oleh narasumber  Prof. Dr. Ir. Zainuddin, M.Si. (Guru Besar Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan)  yang dihadapi pemerintah daerah. Pendekatan ilmiah diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pembangunan yang berkelanjutan yang di diterima langsung oleh Bupati Kabupaten Jeneponto Bapak H. Paris Yasir, S.E., M.M. beserta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD)

Sementara itu, di Kabupaten Bantaeng, Program Profesor Mengabdi difokuskan pada tema Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah Bantaeng oleh narasumber Prof. Dr. Gagaring Pagalung, S. E, M.Si.Ak., CA. (Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis) dan tema Dari Sampah Menjadi Emas “Cetak Biru Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Mandiri dan Bernilai Ekonomi” oleh narasumber Prof. Dr. Syahdar Baba, S.Pt., M.Si. (Guru Besar Fakultas Peternakan) serta dilanjutkan tema Pengolahan dan Pemanfaatan Sampah Rumah Tangga untuk mendukung daya saing wilayah oleh narasumber Prof. Dr. Anwar Daud, SKM., M.Kes. (Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat) yang diterima langsung oleh Bupati Kabupaten Bantaeng Bapak Muhammad Fathul Fauzy Nurdin, M.I.Kom beserta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD)

Adapun di Kabupaten Bulukumba, kolaborasi diarahkan pada tema Pertanian Hadir Membangun Kabupaten Bulukumba oleh narasumber Prof. Ir. Muhammad Arsyad, SP., M.Si., Ph.D. (Guru Besar Fakultas Pertanian/Staf Ahli Kementerian Pertanian RI), dilanjutkan tema Arah baru Pariwisata Kabupaten Bulukumba oleh Narasumber Prof. Dr. Andi Muhammad Akhmar, S.S., M.Hum. (Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya) melalui pengembangan kebijakan berbasis riset, penguatan ekonomi lokal, peningkatan kualitas lingkungan hidup, serta pengembangan sektor-sektor unggulan yang menjadi kekuatan daerah yang diterima langsung oleh Wakil Bupati Kabupaten Bulukumba Bapak H. Andi Edy Manaf, S.Sos. beserta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan Pimpinan/Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Bulukumba.

Program ini tidak hanya menghasilkan rekomendasi akademik, tetapi juga membangun komunikasi yang berkelanjutan antara Universitas Hasanuddin dan pemerintah daerah. Melalui sinergi tersebut, hasil penelitian para profesor dapat ditransformasikan menjadi kebijakan publik, model pemberdayaan masyarakat, inovasi teknologi, maupun strategi pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Dewan Profesor Universitas Hasanuddin berharap Program Profesor Mengabdi menjadi model kolaborasi yang mampu menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan pembangunan daerah. Kemitraan ini diharapkan terus berkembang sehingga semakin banyak pemerintah daerah yang memperoleh manfaat dari kepakaran para guru besar Universitas Hasanuddin.

Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan pengabdian, Universitas Hasanuddin melalui Dewan Profesor menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berbasis ilmu pengetahuan, berorientasi pada penyelesaian masalah, serta mendukung tercapainya pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.